Apa itu Vaporwave & Aesthetic? Berikut Penjelasannya -->
Log In

Apa itu Vaporwave & Aesthetic? Berikut Penjelasannya

Friday, August 30, 2019, 9:51 PM
Vaporwave & Aesthetic


Pengertian Vaporwave

Apa itu Vaporwave?

Vaporwave adalah salah satu genre musik yang muncul semenjak tahun 2011 yang menggunakan sampel musik & suara 80s dan 90s, khususnya smooth jazz & elevator music. Atau musik dengan nuansa retro, yang cenderung eksperimental. Kalau masih belum kebayang musiknya mirip musik-musik ala Fariz RM, Denny Malik, atau Ikang Fawzi. Semakin lama, genre musik ini semakin populer di internet di kalangan orang-orang yang senang mengeksplorasi musik. Musik genre ini digunakan untuk membuat kritik atau musik bernada satir terhadap kehidupan konsumerisme, kapitalisme, dan menyindir hal-hal trend menjadi mainstream. Pesan yang dibawakannya adalah melawan janji-janji palsu kapitalisme di industry musik.


Pengertian Aesthetic

Pengertian Lengkap Apa itu Aesthetic

Estetika (Aesthetic) adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.



Keindahan dalam arti luas merupakan keindahan dari alam, hasil seni, serta moral dan intelektual. Pengertian keindahan dalam estetik mencangkup pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserap, sedangkan dalam arti terbatas keindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna.


Etimologi

Estetika berasal dari Bahasa Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike. Pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan.

Estetika juga berhubungan dengan filosofis seni yang mengajarkan tentang keseimbangan, keindahan alami dengan corak ekspresionis. Sehingga estetika bisa diartikan sebagai dorongan atau motivasi tentang keseimbangan / tekstur dari ekspresi diri yang mengungkapkan keindahan secara alami.

Nilai estetika itu sangatlah abstrak dan identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan berhenti pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu berubah sesuai dengan selera seseorang dimanapun dan kapanpun.

Untuk mencapai nilai estetika, seseorang harus mampu berimajinasi, rajin, kreatif, dan peka dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainnya, karena keindahan mempunyai keterkaitan / interaksi yang sangat luas baik dengan apapun. Untuk memperoleh pemahaman lebih, estetika juga dimasukkan ke dalam materi pendidikan seni budaya maupun seni rupa. Pendidikan seni rupa berarti pembelajaran dan pelatihan dalam keterampilan-keterampilan mengenai karya seni yang bisa diindra oleh mata dan dirasakan dengan rabaan.

Nilai estetika itu sangat penting karena dengan makna dari estetis itu sendiri yang berisi keindahan dapat membuat kita sebagai manusia bisa merasakan keindahan dari seni, alam yang menimbulkan rasa nyaman bagi penikmatnya. Keindahan dari estetis mampu mengubah mood sesorang dari yang awalnya galau menjadi ceria. Bahkan dengan seringnya kita melihat keindahan, maka kesehatan kita akan terjaga, bahkan raga menjadi sehat karena pikiran yang nyaman dengan keindahan yang memberikan efek kesehatan pada tubuh dengan sugesti kenyamanan pada psikologi manusia.

Softskill yang berkaitan dengan estetika memang banyak menimbulkan dampak positif karena bisa mengasah kreativitas serta meningkatkan rasa cinta terhadap keindahan. Namun untuk mencapai hal tersebut memang tidak mudah dan dibutuhkan pengalaman bahkan sejak dini. Maka dari itu kita sangat membutuhkan estetika keindahan, apapun bentuknya yang paling bagus adalah keindahan alam dan seni yang memberikan dampak signifikan bagi pikiran.

Salah satu tokoh dunia dengan penekanan nilai estetika yang tinggi adalah Zaha Hadid. Wanita kelahiran Baghdad, Irak pada tanggal 31 Oktober 1950 ini dibesarkan di salah satu bangunan pertama Baghdad Bauhaus selama era “modernisme glamor dan progresif berpikir” di Timur Tengah. Dia menerima gelar di bidang matematika dari Universitas Amerika di Beirut sebelum pindah untuk belajar di Sekolah Asosiasi Arsitektur Arsitektur di London, di mana ia bertemu Rem Koolhaas, Elia Zenghelis, dan Bernard Tschumi.

Kepekaan, keberanian, serta rasa haus akan keindahan alam dari Zaha Hadid membuatnya akan terus dikenang di sepanjang masa di dunia arsitektur karena dengan keberanian membuat desain yang ekstrim namun tetap memiliki nilai estetika yang tinggi yang disebut Arsitektur Dekonstruksi. Dengan desain yang berani, kontemporer, organik, inovatif yang menggunakan teknologi dengan material yang luar biasa, bangunannya telah memperoleh berbagai penghargaan dan pernah dinominasikan untuk penghargaan bergengsi termasuk MAXXI (2010), Stasiun Kereta Api Kabel Nordpark (2008), Phaeno Science Centre (2006) dan BMW Central Building (2005). Salah satu karyanya London Aquatic, Olimpiade London 2012 dengan kapasitas 17500 orang.


Pengertian Keindahan

Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu barn dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Perancis–“beau”, sedang Italia dan spanyol “belld’ berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk’ pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum. Menurut cakupannya orang hams membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan raja. Disamping itu-terdapat pula perbedaan menunit luasnya pengertian, yakni:
1. Keindahan dalam arti yang luas
2. Keindahan dalam arti estetis mumi
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan


Keindahan Sebagai Kualitas Abstrak

Menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita. Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya.


Nilai Estetik

Pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik , nilai pendidikan , dll. Estetik dalam bidang filsafat, istilah nilai sering dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhagaan atau kebaikan. Nilai dibagi menjadi dua yaitu nilai subyektif dan nilai obyektif atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan.


Kontemplasi dan Ekstansi

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Eksansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan., merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat dan mendengar.

Apabila kontemplasi dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi ini faktor pendorong utnuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi it merupakan faktor pendorong untuk merasakan dan menikmati keindahan.


Konsep the beauty dan the ugly

Perkembangan lebih lanjut menyadarkan bahwa keindahan tidak selalu memiliki rumusan tertentu. Ia berkembang sesuai penerimaan masyarakat terhadap ide yang dimunculkan oleh pembuat karya. Karena itulah selalu dikenal dua hal dalam penilaian keindahan, yaitu the beauty, suatu karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi standar keindahan, dan the ugly, suatu karya yang sama sekali tidak memenuhi standar keindahan dan oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, namun jika dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan keindahan.


Sejarah penilaian keindahan

Keindahan seharusnya sudah dinilai saat karya seni pertama kali dibuat, namun rumusan keindahan pertama kali didokumentasi oleh filsuf Plato yang menentukan keindahan dari proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara Aristoteles menilai keindahan datang dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan.
Baca Juga
Sign out

TerPopuler